Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAI Tgk Chik Pante Kulu adakan Seminar Internasional

Banda Aceh|Rabu  28 November 2018.

Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) STAI Tgk Chik Pante Kulu Darussalam Banda Aceh, mengadakan Seminar Internasional dengan tema “ Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah di Aceh”  Seminar tersebut di selenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam  Tgk Chik Pante Kulu berkerja sama dengan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Alumni Dayah ( DPP ISAD) Aceh.

Ketua STAI Tgk. Chik Pante Kulu Tgk. Jamaluddin, MA dalam sambutannya menyanmpaikan; Ungkapan termkasih kepada semua panitia,  civitas akademika serta pihak pihak yang mendukung terlaksananya seminar Internasional dengan tema ” Peluang dan tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah di Aceh ” Seminar ini merupakan salah satu sarana penting dalam pengembangan kampus kedepan, dan juga untuk penguatan kapasitas mahasiswa dari sisi ekonomi syariah. Diharapkan bahwa hasil lulusan Prodi Hukum Ekonomi Syariah ( HES) STAI Tgk.Chik Pante Kulu kedepan tidak hanya target dapat kerja di perbankan dan bank -bank yang ada,  tapi lebih dari itu, bahwa mahasiswa lulusan STAI Tgk Chik Pante Kulu harus ahli dan menjadi pakar dalam perbankan syariah. Karena itu,  kami dari unsur pimpinan berusaha semaksimal mungkin bekerjasama dengan berbagai pihak,  baik lokal,  nasional maupun internasional, serta pihak pemerintah. Agar program penguatan kampus STAI,  khususnya bidang ekonomi syariah bisa terwujud.

Seminar Internasional ini, dibuka secara langsung oleh Ketua Yayasan Tgk. Chik Pante Kulu Darussalam Banda Aceh Bapak Fakrurazi Zamzami.,MBA.  Menurutnya, melalui kegiatan seminar internasional ini, dapat menjadikan sumber rujukan kedepannya bagi segenap peserta dan masyarakat tentang pentingnya konsep ekonomi syariah dalam masyarakat  Aceh.

Acara yang berlangsung pada Aula Kampus STAI Tgk. Chik Pante Kulu dengan menghadirkan pemateri:  Syeihk Aiyyub Al Adhary Aljazairy ( Aljir-Aljazair). H.Aminullah Usman., SE,Ak,MM ( Walikota Banda Aceh / Ketua MES Aceh), Dr.M.Sabri Lubis Abd.Majid, M.Ec ( Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis  Universitas Syiah Kuala Banda Aceh), Tgk.H.Musannif Sanusi, SE ( Anggota DPRA / Wakil Ketua Dewan Pembina DPP ISAD).

Syeikh Ayyub Azhary Al- Jazairy alumnus Universitas Al Azhar Kairo dari Aljir Al-Jazair, dalam seminar tersebut menyampaikan dalam materinya bahwa Rasulullah SAW diutus di antaranya untuk membersihkan praktik ribawi yang sudah mendarah dagin pada saat itu. Namun anehnya muslem pada abab modern ini lebih ribawi daripada masa jahilyah dahulu.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak, MM.mengatakan bahwa saat ini Pemko Banda Aceh fokus terhadap pemberantasan rentenir kapitalis kuadrat. Oleh karena itu, kami fokus membangun keuangan syariah dengan menghadirkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah. PT Mahirah Muamalah Syariah. Tujuannya hanya satu menghancurkan rentenir yang suku bunganya mencapai 5 persen per hari. Saya berharap seluruh Aceh ada lembaga keuangan semisal Mahirah. Kata Aminullah yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah ( MES) Aceh.

Musanif Sanusi, SE selaku pimpinan DPRA komisi VII menjelaskan tentang Ekonomi Syariah di Aceh. Diantaranya, Dinas Syariah Islam bermodal 5 % APBA tidak mensosialisaikan manfaat ekonomi syariah nonribawi. Begitu juga mudharat ekonomi berbasis konvensional. semestinya tugas ini harus dilakukan. Oleh Karena itu kita perlu koordinasi dan sinergisitas mulai pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga perbankan, ulama dan da’i untuk mengedukasikan akan pengtinya muamalah umat sesuai syariah. Hapir senada juga yang smapaikan oleh Dr.M.Sabri Lubis Abd.Majid, M.Ec.

Acara ini diikuti 250 lebih peserta yang terdiri dari mahasiswa, MES, Dosen dai dan Masyarakat umum. Selain itu terlihat juga hadir Ketua Yayasan Tgk Chik Pante Kulu, Bapak Fakrurazi Zamzami, MBA, Direktur PT Mahirah Muamalah Syariah Banda Aceh, T Hanansyah SE dan Dr. Yusran Hadi, MA.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *